Bahkansaya pernah bertemu dengan ibu yang relaktasi, anaknya udah enam bulan ke atas, dan itu sampai diopname, dan itu berhasil," kata Nia. 3. Dukungan keluarga Bunsesuai judul ada yang pernah relaktasi / suplementasi dan berhasil ?bisa share? Aku lagi ada masalah ma produksi ASI yg kurang,karna dari lahir dah dikasi sufor karna ASI belum keluar. Karna aku sesar,kondisi badanku ga fit abis sesar,sampe aku tipes dan db dirawat di RS. jd otomatis mesti sufor. Setelah itu,beberapa minggu kemudian sakit lagi.jadi sering minum obat,apa gara2 obat ya ASI sedikit. Saatitu suami tdk setuju untuk program relaktasi rawat inap (mungkin dipikir lebay amat sampai harus rawat inap). Dr anjar mengedukasi saya seperti ini, dan inilah yg saya ingat sampai sekarang : Menyusui itu hanya 2 tahun pertama di kehidupan anak kita. Selanjutnya tidak akan terulang. Dan kenapa alexi tidak mampu mentoleransi susu sapi? cash. Perjalanan mengAsihi setiap Moms pasti berbeda-beda. Ada yang mulus dari awal sampai akhir, tapi ada juga yang harus mengalami jatuh bangun dalam memberikan ASI pada si kecil. Relaktasi adalah upaya untuk mulai menyusui kembali setelah sempat berhenti. Relaktasi biasanya dilakukan oleh ibu yang sempat berhenti menyusui, namun memutuskan untuk memulai lagi. Seorang ibu bisa saja berhenti menyusui karena alasan sakit atau karena sejak awal memang kesulitan untuk menyusui. Bila ibu sempat berhenti menyusui, tidak ada lagi rangsangan untuk memproduksi ASI dan tubuh akan mengira bahwa ASI sudah diperlukan lagi. Oleh karena itu, produksi ASI akan berkurang dan lama-kelamaan berhenti. Namun, ini tidak berarti ibu tidak bisa menyusui anaknya lagi setelahnya. Walaupun tidak mudah dan membutuhkan ketekunan, ada cara yang bisa dilakukan untuk ibu relaktasi dan mengembalikan produksi ASI. Tips Melakukan Relaktasi Kembali Baca Juga Tahap Pijat Laktasi yang Bantu Lancarkan ASI 1. Persiapkan Mental Sebaiknya, Moms mendiskusikan terlebih dulu alasan-alasan yang memutuskan relaktasi, beritahu Dads dan ajaklah keluarga untuk membantu Moms mempersiapkan mental Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan Moms alami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi menolak menyusu langsung dari payudara Moms, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar. Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di sekitar Moms, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman Moms yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Mengatur mind set Moms. Sama halnya dengan ketika pertama kali mulai menyusui setelah melahirkan bayi Moms, confidence kepercayaan diri dan commitment komitmen adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa Moms akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi Moms, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun Moms yakin bahwa perjuangan Moms akan membuahkan hasil yang manis, yaitu Air Susu Ibu. 2. Lakukan Persiapan Awal Jika Moms dan Dads telah dengan mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat Moms lakukan Pastikan Moms cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan Moms sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI. Mintalah kepada dokter Moms obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa Moms delegasikan, karena Moms akan menghabiskan hampir seluruh waktu Moms bersama bayi Moms selama minggu-minggu pertama program relaktasi. Kurangi jadwal kegiatan Moms diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin Moms menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi Moms. Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi Moms. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah buah hati Moms sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa Moms sangat mencintainya, dan Moms ingin memberikan yang terbaik untuk bayi Moms, yaitu ASI. Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi Moms dikerjakan oleh Moms sendiri. Memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain. Berlatih memposisikan bayi pada payudara Moms. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika Moms mulai menyusui. Baca Juga Moms, Yuk Kenali Hiperlaktasi dan Cara Mengatasinya! 3. Atur Waktu untuk Relaktasi Berapa lama relaktasi bisa berhasil dilakukan? Tiap tubuh bereaksi berbeda terhadap upaya relaktasi. Namun, Moms dapat melihat beberapa hasil awal dalam waktu sekitar 2 minggu setelah mencoba. Beberapa ahli percaya bahwa jumlah waktu yang dibutuhkan untuk berhubungan sama dengan berapa lama sejak Moms disapih dari menyusui. Dalam bukunya, Breastfeeding Answers Made Simple, Nancy Mohrbacher, IBCLC, menyimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang ada, relaktasi penuh rata-rata membutuhkan waktu sekitar 1 bulan bagi kebanyakan orang. Moms juga bisa gunakan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump - Pompa ASI Elektrik Wireless. Menyusui bisa dengan sangat nyaman dan elegan, seluruh ibu di dunia menganjurkan untuk menggunakan produk istimewa ini, dan akhirnya tersedia di Indonesia! Pompa ASI Elektrik dari MOOIMOM ini merupakan produk yang akan mendukung Moms untuk memberikan ASI yang berkualitas bagi Si Kecil. Bagi ibu menyusui zaman now, pasti udah paham banget nih istilah-istilah di dalam dunia per-ASIan. Dari Let Down Refleks, Nursing Strike, Direct Breastfeeding, Pumping, Galaktagog, Growth Spurt, Breast Milk Jaundice sampai Relaktasi. Istilah-istilah begitu udah familiar banget lah bagi busui zaman now mah. Ngomongin ASI, pasti udah tau ya kalau di bulan ini ada perayaan sedunia khusus untuk busui. Yes, Pekan Asi Sedunia yang dimulai dari tanggal 1 Agustus - 7 Agustus. Happy Breastfeeding Week 2018 ya busui, semoga tetep semangat dan keras kepala untuk selalu menyusui. Saya tau menyusui itu berat dan butuh effort yang luar biasa, karena saya pun masih menjadi busui di usia anak yang memasuki 26 bulan. Jangan tanya kenapa saya belum nyapih, ya haha Baca juga Ada Perjuangan Keras di Balik Tagar PejuangASI Salah satu istilah familiar kaya yang disebut adalah relaktasi. Ada kah yang lagi mencoba untuk relaktasi? Sampai mana bu progresnya? Jangan pantang menyerah ya. Karena saya yakin semua ibu bisa relaktasi. Btw tanggal 1 Agustus kemarin saya hadir ke acara yang membahas tentang ASI dan Menyusui. Salah satu Narasumbernya adalah seorang dokter anak yang sekaligus konsultan laktasi. Tau kan artinya apa? Pastinya udah expert di bidangnya. Dalam sesinya, DR. Dr. Ariani Dewi Widodo Konsultan Konselor Laktasi menjelaskan tentang langkah-langkah agar berhasil relaktasi. Biar ilmu yang saya dapet nggak kesimpen sendiri aja, better saya tulis di sini biar bisa bermanfaat untuk ibu-ibu yang lagi berjuang untuk relaktasi, plus simpenan buat sendiri juga kalau suatu hari nanti harus relaktasi. Sebagai informasi, relaktasi adalah praktik menyusui kembali secara langsung ke payudara setelah beberapa waktu yang lama tidak menyusui karena alasan tertentu. Biasanya produksi asi jadi menurun maka diperlukan proses relaktasi agar produksi ASI bisa meningkat dan bayi mau kembali menyusu ke payudara langsung. Dikutip dari penjelasan dr. Ariani, langkah-langkah biar sukses relaktasi sebagai berikut Supply by Demand Buibu harus paham banget nih PRINSIP biar asi lancar itu gimana. Jadi, semakin sering dikeluarkan, maka asi semakin banyak diproduksi. Contoh sederhana yang sering saya alami, kalau mau mesen ojek online, semakin peminatnya tinggi, harganya semakin mahal kan? Begitu juga produksi asi, persis begitu. Biar produksi asinya selalu bertambah, maka harus sering-sering dikeluarkan. Caranya? Kalau anak belum mau menyusu secara langsung, berarti harus dipumping. Banyak Minum Air Putih Ini nggak boleh ke-skip. Saya aja yang menyusui biasa suka haus kalau lagi atau setelah menyusui. Apalagi ibu yang lagi relaktasi, yang pastinya lebih ekstra untuk mengeluarkan asi demi supply yang melimpah. Curi Waktu untuk Istirahat Tetap ya, istirahat harus diutamakan. Kalau anak tidur, sebaiknya ibu ikut tidur juga. Karena saya bisa merasakan, betapa jam tidur dan bangun ibu itu tergantung jam tidur dan bangun anak. Suplementasi Galaktagog Galactagogue atau galaktagog adalah nama keren dari booster asi. Kalau dirasa perlu konsumsi suplemen untuk booster asi, jangan ragu-ragu untuk beli. Karena perasaan yakin dan positif, bisa memengaruhi lancarnya produksi asi. Obat Galaktagog dari dokter Bisa juga konsumsi booster asi-nya dalam bentuk obat. Tapi obat galaktagog ini harus dari dokter yang nggak bisa dibeli secara bebas. Jadi pastikan untuk konsultasi dulu ke dokter. Pompa ASI Diperiksa Selama proses relaktasi, nggak sedikit bayi yang menolak menyusu langsung. Satu-satunya acara untuk mengeluarkan asi adalah dengan pumping. Kalau segala cara di atas sudah ditempuh tapi asi yang keluar masih sedikit, nggak salahnya untuk memeriksa pompa asi. Karena bisa jadi pompa asi yang dipakai performanya menurun atau rusak yang bikin pengeluaran asi nggak maksimal. Bonding ke Anak Diperkuat Bonding, salah satu aktivitas yang bisa membuat asi lancar jaya. Dengan memperkuat bonding seperti pijat bayi sendiri, skin to skin, dll ibu pasti merasa bahagia. Rasa bahagia ini lah yang bisa memicu munculnya hormon oksitosin biar pengeluaran asi jadi lancar sehingga produksi asi pun tetap berjalan. Pijat Oksitosin Khusus busui, ada yang namanya pijat oksitosin. Pijat oksitosin ini dipercaya mampu melancarkan pengeluaran dan produksi asi. Caranya gimana? Silakan googling ya. Karena minim tehnik dan cuma butuh waktu yang sebentar, pijat oksitosin ini bisa dipraktekkan di rumah dengan bantuan suami. Menggunakan Suplemental Nursing System SNS Ini alat yang bisa dipakai buat merangsang pengeluaran asi. Sumber gambar dari salah satu ecommerce, tapi ga bisa disebut karena bukan tulisan sponsor. Jadi, alat yang gantung itu diisi asi/susu terus bagian bawahnya dikasih selang NGT atau Nasogastric Tube dan ujung selangnya ditempel di payudara. Saat bayi menghisap, asi bakal kesedot dan masuk mulut bayi. Dengan alat ini harapannya, semakin sering ada stimulasi langsung dari hisapan bayi, maka bisa membantu hormon prolaktin untuk memproduksi asi. Alat ini harganya hampir 1jt-an, tapi bisa bikin sendiri dengan modifikasi. Support System Ini salah satu hal terpenting biar sukses relaktasi. Dukungan keluarga apalagi suami, sangat mampu mendukung keberhasilan relaktasi. Karena ternyata ada penelitian, bahwa 50% keberhasilan menyusui terdapat pada support suami. Iya, segitu besar pengaruhnya. Jadi, jangan lupa untuk selalu mengedukasi suami atau keluarga tentang manfaat pemberian asi. Selalu tanamkan keyakinan dan positif thinking juga bahwa proses relaktasi ini akan berhasil. Karena menurut dr. Ariani, wanita yang sebelumnya nggak hamil atau lansia pun akan bisa menyusui dengan proses relaktasi. Apalagi kita yang memang berstatus ibu menyusui karena selesai melahirkan. Jadi, tetap semangat, berdoa, selalu bahagia dan selalu yakin bahwa ibu pasti bisa untuk kembali menyusui. Salam, Proses menyusui tidak selalu mudah, karena beberapa ibu terbentur rintangan seperti produksi ASI yang sedikit, masalah pada payudara, kondisi medis, stres, kondisi psikososial, dan lain-lain. Itu semua bisa mengakibatkan ibu terhenti menyusui lactation failure. Jika Anda mengalaminya, tak perlu terlalu khawatir karena Anda bisa kembali menyusui lewat proses relaktasi. Yuk, ketahui lebih lanjut apa saja kiat sukses demi keberhasilan ibu di luar sana tahu bahwa ASI punya segudang manfaat untuk bayi. Mulai dari kandungan gizinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, hingga antibodi yang dapat meningkatkan pertahanan tubuh bayi dari berbagai penelitian pun telah membuktikan bahwa ASI dapat menurunkan angka kematian pada bayi. Inilah mengapa, ASI sering disebut sebagai makanan terbaik bagi bayi. Sebagian besar ibu mengusahakan untuk menyusui bayinya secara eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua ASI memang sangat dianjurkan, tetapi sayangnya tidak semua ibu bisa dengan mudah dan lancar menyusui bayinya. Dalam perjalanannya, tak sedikit ibu yang kerap menemukan kesulitan sepertiKurangnya produksi ASI low milk supplyMasalah pada payudara, misalnya puting datar atau retraksiAdanya penyakit pada ibu, misalnya tuberkulosisKondisi psikososial seperti ibu bekerjaMinimnya pengetahuan ibu mengenai proses menyusuiStres pascapersalinanItu semua bisa membuat ibu terhenti menyusui. Kendati demikian, jangan sampai menyerah karena ibu dapat kembali menyusui lagi lewat proses Sukses Keberhasilan RelaktasiRelaktasi adalah praktik menyusui kembali bayi langsung ke payudara setelah selama waktu tertentu berhenti menyusui, atau menyusui secara parsial memberikan ASI dengan tambahan susu lain selain ASI karena berbagai prinsipnya, relaktasi bertujuan untuk memicu pengeluaran hormon oksitosin melalui gerakan mengisap payudara oleh bayi. Dengan demikian, produksi ASI perlahan akan meningkat, sehingga akhirnya cukup untuk diberikan kepada bayi. Teknik relaktasi sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sudah banyak kisah ibu yang akhirnya sukses kembali menyusui bayinya setelah proses memang tidak mudah. Ada banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan relaktasi, yaituTekad kuat untuk kembali menyusui bayiStimulasi terus-menerus pada putingLingkungan atau orang-orang di sekitar yang suportifJika ketiga faktor di atas terpenuhi, kemungkinan keberhasilan relaktasi meningkat. Untuk mencapainya, simak kiat suksesnya di bawah Lainnya 3 Jenis ASI yang Wajib Diketahui Ibu BaruHentikan penggunaan botol dotBotol dot secara tidak langsung mengubah gerakan menyusui bayi, sehingga akan kurang maksimal ketika menyusui langsung di payudara. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan saat relaktasi adalah menghentikan pemberian susu menggunakan botol ASI perah atau susu formula menggunakan cangkir atau sendok agar bayi lupa pada dot dan mau mengisap payudara ibu. Mulailah menawarkan payudara saat waktunya bayi untuk mungkin bayi akan gelisah, sehingga menyebabkan waktu mengisapnya hanya sebentar. Namun, jangan menyerah! Lakukan terus hingga bayi terbiasa dengan gerakan menyusui di bayi pada payudara ibu juga merupakan upaya paling efektif untuk menstimulasi puting payudara dan memicu produksi hormon oksitosin yang meningkatkan produksi Lainnya 4 Tips Memilih Ukuran Dot Sesuai Umur BayiKontak kulit dengan bayiPada relaktasi, frekuensi kontak kulit skin-to-skin contact antara ibu dan bayi harus ditingkatkan. Kontak ini tak hanya dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi, tetapi juga bisa memicu hormon yang memproduksi ASI. Selain itu, bayi juga dapat mencium aroma tubuh ibunya, sehingga meningkatkan keinginan untuk menyusui langsung di memerah payudaraDi antara waktu menyusui bayi, Anda harus rutin memerah payudara. Memerah payudara dapat dilakukan dengan tangan hand expression ataupun menggunakan pompa ASI. Ingat, yang terpenting dalam proses ini adalah stimulasi tubuh untuk mengeluarkan hormon laktasi. Kalaupun saat Anda memerah tidak ada ASI yang keluar, jangan langsung patah waktu dan lingkunganRelaktasi kerap memakan waktu yang cukup panjang. Karena itu, bila Anda bertekad untuk kembali menyusui bayi secara langsung, siapkan waktu khusus untuk memulai proses lupa juga beri tahu pasangan, keluarga, serta sahabat mengenai niat mulia ini, karena dukungan penuh dari mereka juga turut menentukan keberhasilan ibuHal penting lainnya yang tak boleh terlewatkan selama proses relaktasi adalah pemenuhan nutrisi ibu yang yang lengkap dan seimbang. Mulai dari kandungan lemak, protein, hingga mikronutrien. Bila perlu, konsumsi susu khusus ibu menyusui yang mengandung vitamin B2 dan B12 untuk membantu produksi ASI, sekaligus omega-3 dan DHA untuk kecerdasan otak si Lainnya Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Ibu MenyusuiJika Anda sempat terhenti menyusui dan ingin kembali menyusui buah hati, jangan menyerah dan lakukan kiat-kiat di atas demi keberhasilan relaktasi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi mengenai niat untuk menjalani relaktasi. Nantinya, Anda akan didampingi dalam tiap prosesnya. Relaktasi memang tidak mudah, tetapi dengan motivasi kuat, dukungan keluarga, serta ditunjang dengan pemenuhan gizi yang diperlukan, Anda bisa berhasil kembali menyusui si Kecil.RN/ RHMenyusuiASIBayiIbu MenyusuiRelaktasiKiat Sukses RelaktasiKembali Menyusui BayiLactation Failure

pengalaman ibu yang berhasil relaktasi